tugas kuliah etika bisnis

Pentingnya Etika Bisnis dalam Problema Lumpur Lapindo

 

Etika Bisnis merupakan penerapan etika dalam menjalankan kegiatan suatu bisnis. Pada dasarnya tujuan bisnis adalah memperoleh keuntungan, tetapi harus berdasarkan norma-norma hukum yang berlaku. Norma hukum bisnis mengatur mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Sebaiknya ikutilah dan taatilah peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh instansi yang  berwenang termasuk peraturan dari perusahaan.

Pengertian etika adalah pengetahuan tentang perilaku dan kebiasaan masyarakat berkaitan dengan norma-norma yang membedakan hal yang benar atau salah mengacu kepada hukum agama,  adat dan Negara

Salah satu hal yang merupakan pelanggaran etika bisnis didalam negeri ini adalah “Problema Lumpur Lapindo” Peristiwa Lumpur Lapindo muncul pertama kalinya pada 29 Mei 2006 yang diakibatkan (penyelidikan) kelalaian PT Lapindo Brantas dalam usaha pengeboran minyak. Sejak awal Lapindo telah melakukan estimasi yang salah untuk melakukan pengeboran minyak.Siapa yang tidak mengenal sosok dan sepak terjang seorang Bakrie.  lahir di Jakarta, 15 November 1946 dari seorang pengusaha Achmad Bakrie, sang pendiri kelompok Usaha Bakrie. Beliau terkenal karena kasus lumpur Lapindo – Brantas. Yang sampai saat ini tidak ada penyelesaiannya , beliau tidak bertanggung jawab sepenuhnya dengan masalah ini, hanya bantuan kecil yang mengalir dan tidak bisa mngembalikan semuanya kepada mereka yang telah dirugikan. Pada Desember 2007, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berpendapat terjadinya semburan lumpur di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, disebabkan oleh fenomena alam sehingga gugatan LSM ditolak. Akan tetapi, kecerobohan yang dilakukan oleh lapindo tersebut sangat merugikan banyak pihak yang tinggal di wilayah tersebut ( Indonesia ). Semua wilayah tersebut tergenang oleh lumpur yang menyembur dari pusatnya dan apalagi sekarang ini ketinggiannya semakin tak bisa dihindari karena telah ditemukan beberapa titik baru semburan lumpur dimana-mana. Sehinga menyebabkan semakin luasnya genangan lumpur tersebut kedaerah-daerah lain yang nantinya akan terancam.

Etika bisnis harus bisa diterapkan dalam usaha bukan hanya sebagai sandaran saja atau merupakan hanya ketentuan yang tidak berati. Bahkan dalam etika ini sangat berarti dan perlu diikuti karena merupakan suatu norma-norma atau kaidah yang berlaku, agar terciptanya suatu tata cara yang baik dalam menjalankan suatu bisnis.

 

Etika Sebagai ilmu tata susila

Dari pandangan etika sebagai ilmu tata susila menaggap bahwa prinsip tentang perilaku manusia dianggap baik/tidak mengapa hal itu dianggap baik, mengapa yang baik sangat bermanfaat.

Dalam permasalahan eksplorasi minyak dan gas di Jawa khususnya jawa timur dari sisi etika sebagai ilmu tata susila eksplorasi tersebut adalah baik dilakukan karena eksplorasi tersebut dapat bermanfaat bagi banyak orang. Tetapi harus dilakukan dengan baik dengan memperhatikan unsur etika.

 

Kaitan etika dan system ekonomi

Pengertian etika adalah pengetahuan tentang perilaku dan kebiasaan masyarakat berkaitan dengan norma-norma yang membedakan hal yang benar atau salah mengacu kepada hukum agama,  adat dan Negara.

 

Ukurannya adalah memberi manfaat/kerugian dan menciptakan kebahagiaan bagi orang lain. Sedangkan system ekonomi adalah seperangkat unsur (manusia, lembaga, wilayah sumber daya) terkoordinasi mendukung peningkatan produksi barang dan jasa.

 

Berkaitan dengan permasalahan eksplorasi minyak dan gas di jawa timur pada prinsipnya masih dapat dilakukan karena dapat menghasilkan keuntungan bagi masyarakat dan Negara namun ternyata eksplorasi yang dilakukan, khususnya oleh Pt. Lapindo Brantas terjadilah human eror sehingga berakibat bencana nasional yang semestinya tidak terjadi .

 

Dimensi ekonomi menurut Bartens 2000

Dimensi ekonomi merupakan kegiatan produktif dengan tujuan profit. Keuntungan diperoleh yaitu, penjualan dikurangi harga pokok penjualan dan beban. Bagi para akuntan dipisahkan antara harga pokok penjualan dan beban, Harta dan factor produksi (tanah, Labaour, capital dan enterpernur).

 

Dari dimensi ekonomi eksplorasi minyak di jawa timur baik dilakukan karena akan memperoh keuntungan yang besar.

Masalah etika dalam perusahaan khususnya Maksimalisasi keuntungan

Kegiatan ekonomi harus memberikan manfaat atau keuntungan yang besar. Keuntungan muncul setelah kegiatan ekonomi memakai system keuangan. Bisnis merupakan perdagangan yang bertujuan khusus memperoleh keuntungan financial. Kapitalisme liberal mendasari kegiatan bisnisnya dengan memperoleh keuntungan maksimal.

Saat ini pebisnis mengaggap bahwa pekerja merupakan patner, sehingga kesejahteraan buruh meningkat apabila keuntungan perusahaan meningkat.

Dalam permasalahan berkaitan masalah eksplorasi minyak dan gas di Jawa Timur adalah dapat dilakukan dari sisi maksimalisasi keuntungan. Karena  dengan kapitalisme perusahaan yang besar di Indonesia apalagi karena figure pemilik perusahaan Pt. Lapindo Brantas adalah H. Aburizal Bakrie dapat dengan mudah memperoleh segala fasilitas di Indonesia termasuk izin eksplorasi minyak dan gas di Jawa Timur.

Bahkan kebocoran yang terjadi pada eksplorasi minyak dan gas oleh pihak Pt. Lapindo Brantas oleh pemerintah dianggap bukan kesalahan dari sisi manusianya atau Human Eror tetapi karena akibat bencana alam.

 

Relativitas keuntungan

Dalam pandangan relativitas keuntungan,  keuntungan merupakan tanda bahwa produk barang dan jasa diminati oleh konsumen/ masyarakat. Dengan kata lain keuntungan adalah nilai lebih dari suatu produk yang dihasilkan. Motivator adanya peningkatan prestasi.

Relativitas keuntungan memandang sangat penting  keberlangsungan perusahaan di masa depan bukan hanya untung sesaat saja. Keuntungan yang diperoleh adalah kombinasi resiko bisnis .

Dari sisi relativitas keuntungan eksplorasi minyak dan gas bumi di Jawa Timur khususnya daerah Sidoarjo adalah tidak cocok dilakukan karena perusahaan tersebut melakukan eksplorasi dengan tidak hati-hati dengan kurang perhitungan berakibat memberikan dampak kerusakan lingkungan dan memberi dampak yang tidak baik untuk masa depan.

 

Sikap saya menilai tindakan pemerintah yang memberikan izin eksploarasi :

 

1.      Teori  Egoisme

Teori ini menjelaskan bahwa semua tindakan manusia di motivasi oleh kepentingan berkutat diri (egoisme psikoligi). Egiosme ini dilandasi oleh akibatnya terhadap orang lain. Misalnya mengabaikan kepentingan orang lain. Paham ini disebut juga ketamakan orang boleh yakin bahwa tindakan mereka bersifat luhur, suka berkorban namun tindakan dimaksud hanyalah ilusi. Karena pada kenyataannya setiap orang hanya peduli pada dirinya sendiri.

 

Dari sisi teori egoisme pemerintah memberikan izin eksplorasi kepada Pt. Lapindo Bantas adalah diperbolehkan. Dalam hal ini pemerintah sudah benar memberikan izin kepada  perusahaan Pt. Lapindo Brantas karena memberikan imbal balik juga kepada Negara.   Namun pemerintah kurang  pengawasan pada saat  pelaksanaan eksplorasi sehingga berakibat terjadinya Human Eror dalam pelaksanaan proyek tersebut sehingga berakibat bencana yang sangat besar disidoarjo.

 

2.      Teori Utilitarisme

Dari asal usul kata kata utility berasal dari kata latin, inggris, utility=bermanfaat (bartens 2000).  Teori ini mengangap bahwa suatu tindakan bersifat baik. Apabila tindakan dimaksud bermanfaat bagi   sebanyak mungkin anggota masyarakat.  Ukurannya adalah akibat dari  konsekwensi atau tujuan tindakan tersebut dilakukan

kritikan yang muncul atas teori ini adalah :

Ø                  hanya menekankan pada tujuan, manfaat dan pencapaian kebagiaan duniawi serta mengabaikan aspek ruhani (spiritual)

Ø                  mengorbankan prinsip keadilan dan hak individu demi keuntungan mayoritas orang

misalnya:

–               pembebasan tanah untuk kepentingan mayoritas, menghilangkan kepentingan pemilik tanah dengan pemberian ganti rugi secara paksa.

–        penembakan misterius dengan alas an keamanan nasional.

     

      Dari sisi teori Utilitarisme pemerintah memberikan izin eksplorasi kepada Pt. Lapindo Bantas adalah sesuai. Dalam hal ini pemerintah sudah benar memberikan izin kepada  perusahaan ini karena, dari sisi teori Utilitarisme, nilai manfaat yang diperoleh dari diadakannya eksplorasi ini adalah sangat besar dimana akan memberikan manfaat untuk masyarakat luas, bukan hanya masyarakat sekitar saja tetapi juga untuk masyarakat di seluruh Indonesia.

 

3.      Teori Keutamaan

Teori ini tidak mengutamakan suatu tindakan tetapi berangkat dari pertanyaan tentang sifat atau karakter yang harus dimiliki seseorang agar bisa disebut sebagai manusia utama atau manusia hina. Manusia utama, watak yang melekat pada seseorang yang memungkinkan untuk selalu bertingkah laku secara moral dinilai baik

Misalnya : kebijakan, keadilan, kerendahan hati.

Manusia hina, mereka yang selalu memiliki tingkah laku buruk secara moral

Dari sisi teori Keutamaan, pemerintah sudah sesuai memberikan izin eksplorasi kepada Pt. Lapindo Bantas dimana perusahaan tersebut dimiliki oleh seorang konglomerat yang ternama di Indonesia Ir. H. Aburizal Bakrie. Yang nama dan reputasinya tidak diragukan lagi, baik dari sisi sosial maupun politik.

 

4.      Teori keadilan Distributif Modern.

Benefit and burdens atau berbagai hak yang menyenangkan maupun yang membebani harus dibagi secara adil merata kepada anggota masyarakat

Keadilan distributive dapat terwujud dalam hal diberikan kepada setiap individu:

o                   Bagian yang sama

o                   Sesuai kebutuhannya

o                   Sesuai haknya

o                   Sesui dengan usaha individualnya

o                   Sesuai dengan kontribusinya kepada masyarakat

o                   Sesuai dengan jasanya

 

Dari sisi teori keadilan Distributif Modern,  pemerintah tidak pantas memberikan izin eksplorasi kepada Pt. Lapindo Brantas. Meskipun perusahaan tersebut adalah anak perusahaan dari grup Bakrie  dimiliki oleh seorang konglomerat yang ternama di Indonesia Ir. H. Aburizal Bakrie. Yang nama dan reputasinya tidak diragukan lagi, baik dari sisi sosial maupun politik. Namun ditinjau dari sisi teori keadilan distributive modern hal ini tidak cocok, satu sisi pemerintah hanya mementingkan perusahaan besar yang dimiliki konglomerat tetapi tidak memberiakn kesempatan pada perusahaan lain untuk melakukan eksplorasi pada perusahaan lainnya.

 

Kasus 2

 

1.      Tindakan Subrata dan warga Desa Kembang Delima dilihat dari teori dan konsep Etika

Dari teori konsep etika tindakan Subrata dan warga Desa Kembang Delima adalah sudah benar,  karena  dari pandangan etika menganggap bahwa prinsip tentang perilaku manusia dianggap baik /tidak mengapa hal itu dianggap baik, mengapa yang baik sangat bermanfaat.

Tindakan Subrata dan warga Desa Kembang Delima sangat baik mengelola lahan tandus yang tidak produktif dijadikan produktif.  Dengan kegigihannya dan bantuan dari instansi terkait (baik dari perguruan tinggi, dinas pertanian dan praktek kerja lapangan para mahasiswa dan pegawai instansi yang ada serta bantuan pemerhati gerakan sosial) serta yang tidak kalah penting adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat setempat untuk maju, desa makmur, bahkan generasi mudanya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi disekitar bahkan ada yang keluar daerah.

 

2.      Tindakan aparat pemerintah daerah, lembaga legislative dan investor petambangan yang telah mengantongi izin penambangan tepat dari sisi analisis stake holder dan etika lingkungan hidup.

Manfaat /keuntungan bagi stake holder secara etis keputusan manajemen adalah menambah keuntungan, menutup pabrik atau ekspansi pabrik dan harus mempertimbangkan pemangku kepentingan. Bisnis tidak hanya bermanfaat untuk stake holder luar tetapi juga untuk stake holder yang didalamnya adalah  karyawan dan masyarakat di sekitar pabrik.

Dari analisis stake holder tindakan  aparat pemerintah daerah, lembaga legislative dan investor petambangan yang telah mengantongi izin penambangan adalah tidak tepat karena akan merugikan warga masyarakat di tempat tersebut.

Sementara dari sisi etika lingkungan hidup tindakan aparat pemerintah daerah, lembaga legislative dan investor petambangan yang telah mengantongi izin penambangan adalah salah karena tidak sesuai dengan pola pikir isu lingkungan .

a.       Etika kepentingan generasi mendatang

Bahwa suatu keputusan yang berkaitan dengan eksplorasi sumber daya alam (tambang dan BBM) hendaknya jangan memikirkan kepentingan umat manusia generasi saat ini, tetapi juga memikirkan generasi yang akan datang

b.      Etika Lingkungan Biosentris

Memandang etika dari susut non manusia (flora,fauna dan benda-benda bumi non organism) sebagai satu kesatuan system lingkungan (ecosystem). Etika ini memandang seluruh species yang ada di bumi mempunyai hak untuk hidup terlepas dari ada tidaknya kegunaan bagi manusia.

Munculya perbedaan batasan non manusia antara lain :

Ø      Non manusia adalah species non binatang (GJ Warnoc dan Richard Porthy)

Ø      Non manusia adalah binatang dan tumbuhan (Albert Scheweitzer)

Ø      Non binatang adalah flora, fauna dan benda non organisme (Charles Birch)

c.       Etika Ekosystem

Tuhan dan seluruh dianggap sebagai modal patient

 

 

3.      Sosok subrata ditnjau dari teori hakekat manusia seutuhnya

Sosok Subrata ditinjau dari teori hakekat manusia seutuhnya adalah memiliki nilai dasar manusia, hormat pada milik pribadi, keamanan hidup dan fisik, bebas bicara dan menyuarakan hati, berhak atas proses bisnis yang benar serta partisipasi dalam kelompk sosial. Mempunyai hak kemerdekaan dalam upaya perusahaan swasta menghindari berbagai bentuk pembatasan.

Ø      Kolektif feodal (Inggris abad 18)

Ø      Korporatis (Spanyol era Jenderal Franco)

Ø      Komunis (Privatisasi Eropa Timur)

Subroto mempunyai hak sosial (disebut hak positif) menghargai hak individu terhadap kebutuhan bahan pokok, maka melihat kondisi desa Kembangg Delima yang tandus berfikir merubah kondisi lahan tandus yang tidak produktif dijadikan produktif.  Dengan kegigihannya dan bantuan dari instansi terkait (baik dari perguruan tinggi, dinas pertanian dan praktek kerja lapangan para mahasiswa dan pegawai instansi yang ada serta bantuan pemerhati gerakan sosial) serta yang tidak kalah penting adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat setempat untuk maju, desa makmur,

 

Ciri hak dan kewajiban :

a.                   Menonjolkan tuntutan sosial yang sangat kuat

b.                  Memperhitungkan tuntutan yang dibuat untuk kepentingan pribadi

c.                   Merupakan pedoman moral untuk warga Negara yang bertanggung jawab dan berdampak langsung terhadap kewajiban manajemen perusahaan

.

4.      Menyelesaikan masalah tersebut dari segi etika bisnis

Etika Bisnis me rupakan penerapan etika dalam menjalankan kegiatan suatu bisnis. Pada dasarnya tujuan bisnis adalah memperoleh keuntungan, tetapi harus berdasarkan norma-norma hukum yang berlaku. Norma hukum bisnis mengatur mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Sebaiknya ikutilah dan taatilah peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh instansi yang  berwenang termasuk peraturan dari perusahaan.

Dari kasus tersebut baiknya dicari jalan keluar yang menguntungkan  kedua belah pihak atau win – win solution. Solusi yang baik untuk kedua belah pihak adalah penambangan pasir besi tetap diteruskan karena pihak aparat sudah mengeluarkan izin untuk membuka penambangan pasir besi karena nilai ekonomisnya jauh lebih tinggi dari pada hanya ditanami sayuran dll.

Namun pihak perusahaan yang memperoleh izin baiknya menggunakan tenaga kerja lokal atau tenaga kerja setempat, mereka  yang semula jadi petani dijadikan tenaga kerja pada perusahaan penambangan. Jadi walaupun sudah tidak jadi petani tetap dapat memperoleh penghasilan atau gaji yang  mungkin lebih besar daripada menjadi petani.

 

 

B. Soal

1. Tanggung jawab perusahaan ditinjau dari kepentinagan konsumen.

a.         kepentingan konsumen

Syarat mutlak mencapai keberhasilan dalam bisnis bahwa konsumen harus diperlakukan secara moral dengan baik. Perhatian untuk etika dalam hubungannya dengan konsumen harus dianggap hakiki demi kepentingan bisnis itu sendiri.

 

Perhatian terhadap konsumen meliputi :

1.         hak keamanan, konsumen berhak atas produk yang aman, produk yang tidak merugian kesehatan. Mengandung resiko, misalnya peralatan elektronik harus aman (serika gergaji)

2.         Hak informasi, konsumen berhak atas produk yang dikonsumsi, misalnya manfaat, bahan bakunya, cara pakai dan resiko pemakainya.

3.         Hak memilih, misalnya memilih produk yang ditawarkan, kualitas dan harga barang serta membandingkan deengan produk sejenis sebelum membeli

4.         Hak didengar, misalnya hak untuk didengar, diperhatikan keluhannya terhadap suatu produk

5.         Hak lingkungan hidup, produk diproses dengan cara yang benar dan aman serta tidak berakibat mencemarkan lingkungan. Hak pendidikan konsumen, dalam hal ini konsumen dibentuk mempunyai sifat kritis, berhak mengkritik.

 

 

 

b.         Kepentingan iklan perusahaan.

Meskipun maksud iklan adalah promosi, namun dalam membujuk konsumen harus dikatakan dengan benar. Jika terdapat ketidakbenaran maka iklan dimaksud tidak etis..Ketidak benaran informasi iklan merupakan kebohongan, penyesatan dan penipuan, periklanan tida dipercaya. Iklan adalah upaya komunikasi antara produsen dengan konsumen seharusnya dilakukan secara etis, jika tidak maka iklan dinilai menyesatkan.

 

c.          Keamanan, kualitas dan harga produk

Kewajiban perusahaan terhadap konsumen antara lain :

1.   Kualitas produk, berarti bahwa konsumen berhak memperoleh kualitas produk karena konsumen telah membayar harga produk

2.   Harga, bahwa kosumen berhak memperoleh harga yang pantas yang dihitung berdasarkan perkembangan terakhir harga faktoe produksi di pasar ( biaya produksi, investasi, promosi dan pajak )

3.   Pengemasan dan label, info lengkap tentang produk harus diberika agarkonsumen tidak terkecoh.

 

2. istilah periklanan dalam etika bisnis

a.            Kebenaran Periklanan serta isi iklan

Meskipun maksud iklan adalah promosi, namun dalam membujuk konsumen harus dikatakan dengan benar. Jika terdapat ketidakbenaran maka iklan dimaksud tidak etis

Ketidak benaran informasi iklan merupakan kebohongan, penyesatan dan penipuan, periklanan tida dipercaya.

Iklan adalah upaya komunikasi antara produsen dengan konsumen seharusnya dilakukan secara etis, jika tidak maka iklan dinilai menyesatka

 

b.   Periklanan yang dimanipulasi

Tindakan manipulasi bertendensi moral rendah. Dengan iklan pebisnis beraksud mempengaruhi alam pikiran dan perasaan para konsumen untuk memahami, menyukai produk yang ditawarkan pebisnis kepada konsumen. Iklan seharusnya mengatakan, menerangkan dengan sebenarnya apa, bagaimana dan mengapa konsumen membeli produk Iklan seharusnya menjelaskan masa daluwarsa, inridients, cara pemakaian, peringatan bahaya, kontra indikasi dll yang sifatnya mendidik konsumen.

Konsumen bukan objek manipulasi, sementara pengusha meraup keuntungan, tetapi merupakan subjek hak-haknya untuk dihargai.

 

c.       Penilaian Etis terhadap iklan

Tujuan pengiklanan harus diketahui para pembuat iklan, para pembuat iklan harus mengetahui secaa sadar bahwa produk yang diiklankan mungkin merugikan atau dengan sengaja iklan bersisi pelecehan produk pesaing atau penyesatan kualitas barang yang diiklabkan maka iklan dimaksud tidak etis dan harus dicegah

Isi iklan harus objektif informasinya lengkap dan tidak merugikan konsumen

Pengusaha iklan yang etis hendaknya memberikan isi iklan dengan tujuan kepada semua lapisan pendidikan,  sehingga tidak ada seorangpun konsumen yang terpedaya merasa dibohongi

Meskipun perilaku periklanan sudah menjadi kebiasaaan yang sulit untuk diubah namun demi kepentingan perubahan etika menjadi yang lebih baik di masa yang akan dating. Maka perilaku periklanan yang membodohi dan membohongi konsumen perlu untuk diperbaiki sehingga bisnis menjadi semakin etis dimasa yang akan datang

 

3. Industri Modern terus berkembang dan kegiatan tersebut menyebabkan timbulnya persoalan lingkungan:

a.          Penyebab kerusakan lingkungan yang paling menderita adalah masyarakat daerah  terdekat akibat limbah

Dengan adanya pembangunan industri di lingkungan pemukiman atau daerah padat maka yang menerima dampak kerusakan lingkungan adalah masyarakat terdekat dengan indusri tersebut.

Contohnya adalah: Adanya pabrik tekstil di pemukiman , secara ekonomi memang mengangkat perekonomian warga sekitar namun pabrik tekstil menghasilkan limbah sisa zat pewarna pakaian kemudian limbah tersebut dibuang ke sungai maka warga terdekat pula yang mengalami akibat dari kerusakan sungai.

 

b.       Dari segi manfaat hutan bagi kehidupan manusia dampak penebangan hutan guna keperluan industry modern adalah dua sisi yang saling bertentangan,  dari sisi manfaat hutan bagi manusia adalah sangat bemanfaat, dampak dari penebangan hutan sangat buruk bagi kehidupan manusia karena hutan adalah sebagai sumber kehidupan manusia dan paru-paru dunia. Apalagi dengan makin lebarnya lubang lapisan ozon yaitu lapisan yang melindungi bumi dari sinar ultra violet yang dipancarkan matahari, berakibat  global warming (pemanasan global), menimbulkan bencana kekeringan, banjir, badai akibat iklim yang tidak menentu, mengacau pola tanam, dan yang oleh rumah kaca, gas C02, O3 (ozon) metana (CH4) dari pembakaran sampah, Nitrogen Oksida (NO), Chloro Fluoro Caron (CFP) Bahan pendingin AC/Kulkas  maka sangatlah diperlukan adanya hutan sebagai paru-paru dunia, sebagai penyedia zat oksigen (O2) dan juga sebagai pencegah makin luasnya lubang lapisan ozon maka hutan sangat diperlukan bagi kehidupan manusia dan ini sangat bertentangan dengan keperluan industry modern, dimana industry modern melakukan penebagan hutan untuk keperluan industrinya

 

4.   Etika bisnis memandang kondisi lingkungan/ alam banyak telah rusak, adalah memandang dari sisi tanggung jawab perusahan,    bahwa kegiatan bisnis mencemari lingkungan, sehingga muncul pertanyaan siapa yang bertanggungjawab melindungi dan memulihkan kerusakan lingkungan .

Barang siapa ingin menikmati lingkungan bersih harus menanggung cost yang muncul sehingga secara etis ekonomi para pebisnis yang telah menikmati benefit dari perusakan lingkungan bertanggung jawab untuk mengembaliikan lingkungan nseperti semula.

Untuk itu pemerintah perlu campur tangan dengan menertibkan :

Ø      Peraturan mengenai polusi proses industry (mis penanganan limbah)

Ø      Insentif diberikan kepada industry yang bersedia melaksanakan aturan pelestarian lingkungan dalam bentuk penghargaan dan kemudahan.

Ø      Mekanisme harga dikaitkan dengan tingkat polusi, mengandung arti harga jual barang didaerah polusi lebih mahal dari pada di daerah yang bebas polusi dengan maksud agar investor tidak berlomba membuka pabrik di daerah yang padat industry, atau selisih harga dimaksud digunakan untuk cost memperbaiki lingkungan

 

Aplikatif dari pernyataan tersebut adalah:

a.       Penerbitan HPH (Hak Pengelolaan Hutan ) sekarang ini sangat sulit dan rumit,

Salah satu saratnya adalah melakukan reboisasi, atau menyediakan dana 3 % untuk reboisasi.

b.      Pemerintah mengeluarkan motarium penghentian sementara penebangan hutan.

c.       Dalam perusahaan hutan tanaman industry setiap perusahaan boleh melakukan kegiatan tersebut namum tidak boleh melakukan penebangan hutan yang ada tetapi  melakukan penemanan hutan sendiri untuk keperluan industrinya.

d.      Setiap perusahaan yang membuang limbah harus melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

e.       Setiap usaha dalam bidang pertambangan harus diperhatikan pula pengembalian kondisi  alam yang telah diakibatkan adanya kerusakan yang timbul karena eksplorasi pertambangan  tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: