lampiran soal perkoperasian

31/01/2012

jawaban soal koperasi

soal koperasi

31/01/2012

ini soal upm tiksoal PERKOPERASIAN upm

tugas kuliah etika bisnis

19/08/2011

Pentingnya Etika Bisnis dalam Problema Lumpur Lapindo

 

Etika Bisnis merupakan penerapan etika dalam menjalankan kegiatan suatu bisnis. Pada dasarnya tujuan bisnis adalah memperoleh keuntungan, tetapi harus berdasarkan norma-norma hukum yang berlaku. Norma hukum bisnis mengatur mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Sebaiknya ikutilah dan taatilah peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh instansi yang  berwenang termasuk peraturan dari perusahaan.

Pengertian etika adalah pengetahuan tentang perilaku dan kebiasaan masyarakat berkaitan dengan norma-norma yang membedakan hal yang benar atau salah mengacu kepada hukum agama,  adat dan Negara

Salah satu hal yang merupakan pelanggaran etika bisnis didalam negeri ini adalah “Problema Lumpur Lapindo” Peristiwa Lumpur Lapindo muncul pertama kalinya pada 29 Mei 2006 yang diakibatkan (penyelidikan) kelalaian PT Lapindo Brantas dalam usaha pengeboran minyak. Sejak awal Lapindo telah melakukan estimasi yang salah untuk melakukan pengeboran minyak.Siapa yang tidak mengenal sosok dan sepak terjang seorang Bakrie.  lahir di Jakarta, 15 November 1946 dari seorang pengusaha Achmad Bakrie, sang pendiri kelompok Usaha Bakrie. Beliau terkenal karena kasus lumpur Lapindo – Brantas. Yang sampai saat ini tidak ada penyelesaiannya , beliau tidak bertanggung jawab sepenuhnya dengan masalah ini, hanya bantuan kecil yang mengalir dan tidak bisa mngembalikan semuanya kepada mereka yang telah dirugikan. Pada Desember 2007, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berpendapat terjadinya semburan lumpur di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, disebabkan oleh fenomena alam sehingga gugatan LSM ditolak. Akan tetapi, kecerobohan yang dilakukan oleh lapindo tersebut sangat merugikan banyak pihak yang tinggal di wilayah tersebut ( Indonesia ). Semua wilayah tersebut tergenang oleh lumpur yang menyembur dari pusatnya dan apalagi sekarang ini ketinggiannya semakin tak bisa dihindari karena telah ditemukan beberapa titik baru semburan lumpur dimana-mana. Sehinga menyebabkan semakin luasnya genangan lumpur tersebut kedaerah-daerah lain yang nantinya akan terancam.

Etika bisnis harus bisa diterapkan dalam usaha bukan hanya sebagai sandaran saja atau merupakan hanya ketentuan yang tidak berati. Bahkan dalam etika ini sangat berarti dan perlu diikuti karena merupakan suatu norma-norma atau kaidah yang berlaku, agar terciptanya suatu tata cara yang baik dalam menjalankan suatu bisnis.

 

Etika Sebagai ilmu tata susila

Dari pandangan etika sebagai ilmu tata susila menaggap bahwa prinsip tentang perilaku manusia dianggap baik/tidak mengapa hal itu dianggap baik, mengapa yang baik sangat bermanfaat.

Dalam permasalahan eksplorasi minyak dan gas di Jawa khususnya jawa timur dari sisi etika sebagai ilmu tata susila eksplorasi tersebut adalah baik dilakukan karena eksplorasi tersebut dapat bermanfaat bagi banyak orang. Tetapi harus dilakukan dengan baik dengan memperhatikan unsur etika.

 

Kaitan etika dan system ekonomi

Pengertian etika adalah pengetahuan tentang perilaku dan kebiasaan masyarakat berkaitan dengan norma-norma yang membedakan hal yang benar atau salah mengacu kepada hukum agama,  adat dan Negara.

 

Ukurannya adalah memberi manfaat/kerugian dan menciptakan kebahagiaan bagi orang lain. Sedangkan system ekonomi adalah seperangkat unsur (manusia, lembaga, wilayah sumber daya) terkoordinasi mendukung peningkatan produksi barang dan jasa.

 

Berkaitan dengan permasalahan eksplorasi minyak dan gas di jawa timur pada prinsipnya masih dapat dilakukan karena dapat menghasilkan keuntungan bagi masyarakat dan Negara namun ternyata eksplorasi yang dilakukan, khususnya oleh Pt. Lapindo Brantas terjadilah human eror sehingga berakibat bencana nasional yang semestinya tidak terjadi .

 

Dimensi ekonomi menurut Bartens 2000

Dimensi ekonomi merupakan kegiatan produktif dengan tujuan profit. Keuntungan diperoleh yaitu, penjualan dikurangi harga pokok penjualan dan beban. Bagi para akuntan dipisahkan antara harga pokok penjualan dan beban, Harta dan factor produksi (tanah, Labaour, capital dan enterpernur).

 

Dari dimensi ekonomi eksplorasi minyak di jawa timur baik dilakukan karena akan memperoh keuntungan yang besar.

Masalah etika dalam perusahaan khususnya Maksimalisasi keuntungan

Kegiatan ekonomi harus memberikan manfaat atau keuntungan yang besar. Keuntungan muncul setelah kegiatan ekonomi memakai system keuangan. Bisnis merupakan perdagangan yang bertujuan khusus memperoleh keuntungan financial. Kapitalisme liberal mendasari kegiatan bisnisnya dengan memperoleh keuntungan maksimal.

Saat ini pebisnis mengaggap bahwa pekerja merupakan patner, sehingga kesejahteraan buruh meningkat apabila keuntungan perusahaan meningkat.

Dalam permasalahan berkaitan masalah eksplorasi minyak dan gas di Jawa Timur adalah dapat dilakukan dari sisi maksimalisasi keuntungan. Karena  dengan kapitalisme perusahaan yang besar di Indonesia apalagi karena figure pemilik perusahaan Pt. Lapindo Brantas adalah H. Aburizal Bakrie dapat dengan mudah memperoleh segala fasilitas di Indonesia termasuk izin eksplorasi minyak dan gas di Jawa Timur.

Bahkan kebocoran yang terjadi pada eksplorasi minyak dan gas oleh pihak Pt. Lapindo Brantas oleh pemerintah dianggap bukan kesalahan dari sisi manusianya atau Human Eror tetapi karena akibat bencana alam.

 

Relativitas keuntungan

Dalam pandangan relativitas keuntungan,  keuntungan merupakan tanda bahwa produk barang dan jasa diminati oleh konsumen/ masyarakat. Dengan kata lain keuntungan adalah nilai lebih dari suatu produk yang dihasilkan. Motivator adanya peningkatan prestasi.

Relativitas keuntungan memandang sangat penting  keberlangsungan perusahaan di masa depan bukan hanya untung sesaat saja. Keuntungan yang diperoleh adalah kombinasi resiko bisnis .

Dari sisi relativitas keuntungan eksplorasi minyak dan gas bumi di Jawa Timur khususnya daerah Sidoarjo adalah tidak cocok dilakukan karena perusahaan tersebut melakukan eksplorasi dengan tidak hati-hati dengan kurang perhitungan berakibat memberikan dampak kerusakan lingkungan dan memberi dampak yang tidak baik untuk masa depan.

 

Sikap saya menilai tindakan pemerintah yang memberikan izin eksploarasi :

 

1.      Teori  Egoisme

Teori ini menjelaskan bahwa semua tindakan manusia di motivasi oleh kepentingan berkutat diri (egoisme psikoligi). Egiosme ini dilandasi oleh akibatnya terhadap orang lain. Misalnya mengabaikan kepentingan orang lain. Paham ini disebut juga ketamakan orang boleh yakin bahwa tindakan mereka bersifat luhur, suka berkorban namun tindakan dimaksud hanyalah ilusi. Karena pada kenyataannya setiap orang hanya peduli pada dirinya sendiri.

 

Dari sisi teori egoisme pemerintah memberikan izin eksplorasi kepada Pt. Lapindo Bantas adalah diperbolehkan. Dalam hal ini pemerintah sudah benar memberikan izin kepada  perusahaan Pt. Lapindo Brantas karena memberikan imbal balik juga kepada Negara.   Namun pemerintah kurang  pengawasan pada saat  pelaksanaan eksplorasi sehingga berakibat terjadinya Human Eror dalam pelaksanaan proyek tersebut sehingga berakibat bencana yang sangat besar disidoarjo.

 

2.      Teori Utilitarisme

Dari asal usul kata kata utility berasal dari kata latin, inggris, utility=bermanfaat (bartens 2000).  Teori ini mengangap bahwa suatu tindakan bersifat baik. Apabila tindakan dimaksud bermanfaat bagi   sebanyak mungkin anggota masyarakat.  Ukurannya adalah akibat dari  konsekwensi atau tujuan tindakan tersebut dilakukan

kritikan yang muncul atas teori ini adalah :

Ø                  hanya menekankan pada tujuan, manfaat dan pencapaian kebagiaan duniawi serta mengabaikan aspek ruhani (spiritual)

Ø                  mengorbankan prinsip keadilan dan hak individu demi keuntungan mayoritas orang

misalnya:

–               pembebasan tanah untuk kepentingan mayoritas, menghilangkan kepentingan pemilik tanah dengan pemberian ganti rugi secara paksa.

–        penembakan misterius dengan alas an keamanan nasional.

     

      Dari sisi teori Utilitarisme pemerintah memberikan izin eksplorasi kepada Pt. Lapindo Bantas adalah sesuai. Dalam hal ini pemerintah sudah benar memberikan izin kepada  perusahaan ini karena, dari sisi teori Utilitarisme, nilai manfaat yang diperoleh dari diadakannya eksplorasi ini adalah sangat besar dimana akan memberikan manfaat untuk masyarakat luas, bukan hanya masyarakat sekitar saja tetapi juga untuk masyarakat di seluruh Indonesia.

 

3.      Teori Keutamaan

Teori ini tidak mengutamakan suatu tindakan tetapi berangkat dari pertanyaan tentang sifat atau karakter yang harus dimiliki seseorang agar bisa disebut sebagai manusia utama atau manusia hina. Manusia utama, watak yang melekat pada seseorang yang memungkinkan untuk selalu bertingkah laku secara moral dinilai baik

Misalnya : kebijakan, keadilan, kerendahan hati.

Manusia hina, mereka yang selalu memiliki tingkah laku buruk secara moral

Dari sisi teori Keutamaan, pemerintah sudah sesuai memberikan izin eksplorasi kepada Pt. Lapindo Bantas dimana perusahaan tersebut dimiliki oleh seorang konglomerat yang ternama di Indonesia Ir. H. Aburizal Bakrie. Yang nama dan reputasinya tidak diragukan lagi, baik dari sisi sosial maupun politik.

 

4.      Teori keadilan Distributif Modern.

Benefit and burdens atau berbagai hak yang menyenangkan maupun yang membebani harus dibagi secara adil merata kepada anggota masyarakat

Keadilan distributive dapat terwujud dalam hal diberikan kepada setiap individu:

o                   Bagian yang sama

o                   Sesuai kebutuhannya

o                   Sesuai haknya

o                   Sesui dengan usaha individualnya

o                   Sesuai dengan kontribusinya kepada masyarakat

o                   Sesuai dengan jasanya

 

Dari sisi teori keadilan Distributif Modern,  pemerintah tidak pantas memberikan izin eksplorasi kepada Pt. Lapindo Brantas. Meskipun perusahaan tersebut adalah anak perusahaan dari grup Bakrie  dimiliki oleh seorang konglomerat yang ternama di Indonesia Ir. H. Aburizal Bakrie. Yang nama dan reputasinya tidak diragukan lagi, baik dari sisi sosial maupun politik. Namun ditinjau dari sisi teori keadilan distributive modern hal ini tidak cocok, satu sisi pemerintah hanya mementingkan perusahaan besar yang dimiliki konglomerat tetapi tidak memberiakn kesempatan pada perusahaan lain untuk melakukan eksplorasi pada perusahaan lainnya.

 

Kasus 2

 

1.      Tindakan Subrata dan warga Desa Kembang Delima dilihat dari teori dan konsep Etika

Dari teori konsep etika tindakan Subrata dan warga Desa Kembang Delima adalah sudah benar,  karena  dari pandangan etika menganggap bahwa prinsip tentang perilaku manusia dianggap baik /tidak mengapa hal itu dianggap baik, mengapa yang baik sangat bermanfaat.

Tindakan Subrata dan warga Desa Kembang Delima sangat baik mengelola lahan tandus yang tidak produktif dijadikan produktif.  Dengan kegigihannya dan bantuan dari instansi terkait (baik dari perguruan tinggi, dinas pertanian dan praktek kerja lapangan para mahasiswa dan pegawai instansi yang ada serta bantuan pemerhati gerakan sosial) serta yang tidak kalah penting adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat setempat untuk maju, desa makmur, bahkan generasi mudanya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi disekitar bahkan ada yang keluar daerah.

 

2.      Tindakan aparat pemerintah daerah, lembaga legislative dan investor petambangan yang telah mengantongi izin penambangan tepat dari sisi analisis stake holder dan etika lingkungan hidup.

Manfaat /keuntungan bagi stake holder secara etis keputusan manajemen adalah menambah keuntungan, menutup pabrik atau ekspansi pabrik dan harus mempertimbangkan pemangku kepentingan. Bisnis tidak hanya bermanfaat untuk stake holder luar tetapi juga untuk stake holder yang didalamnya adalah  karyawan dan masyarakat di sekitar pabrik.

Dari analisis stake holder tindakan  aparat pemerintah daerah, lembaga legislative dan investor petambangan yang telah mengantongi izin penambangan adalah tidak tepat karena akan merugikan warga masyarakat di tempat tersebut.

Sementara dari sisi etika lingkungan hidup tindakan aparat pemerintah daerah, lembaga legislative dan investor petambangan yang telah mengantongi izin penambangan adalah salah karena tidak sesuai dengan pola pikir isu lingkungan .

a.       Etika kepentingan generasi mendatang

Bahwa suatu keputusan yang berkaitan dengan eksplorasi sumber daya alam (tambang dan BBM) hendaknya jangan memikirkan kepentingan umat manusia generasi saat ini, tetapi juga memikirkan generasi yang akan datang

b.      Etika Lingkungan Biosentris

Memandang etika dari susut non manusia (flora,fauna dan benda-benda bumi non organism) sebagai satu kesatuan system lingkungan (ecosystem). Etika ini memandang seluruh species yang ada di bumi mempunyai hak untuk hidup terlepas dari ada tidaknya kegunaan bagi manusia.

Munculya perbedaan batasan non manusia antara lain :

Ø      Non manusia adalah species non binatang (GJ Warnoc dan Richard Porthy)

Ø      Non manusia adalah binatang dan tumbuhan (Albert Scheweitzer)

Ø      Non binatang adalah flora, fauna dan benda non organisme (Charles Birch)

c.       Etika Ekosystem

Tuhan dan seluruh dianggap sebagai modal patient

 

 

3.      Sosok subrata ditnjau dari teori hakekat manusia seutuhnya

Sosok Subrata ditinjau dari teori hakekat manusia seutuhnya adalah memiliki nilai dasar manusia, hormat pada milik pribadi, keamanan hidup dan fisik, bebas bicara dan menyuarakan hati, berhak atas proses bisnis yang benar serta partisipasi dalam kelompk sosial. Mempunyai hak kemerdekaan dalam upaya perusahaan swasta menghindari berbagai bentuk pembatasan.

Ø      Kolektif feodal (Inggris abad 18)

Ø      Korporatis (Spanyol era Jenderal Franco)

Ø      Komunis (Privatisasi Eropa Timur)

Subroto mempunyai hak sosial (disebut hak positif) menghargai hak individu terhadap kebutuhan bahan pokok, maka melihat kondisi desa Kembangg Delima yang tandus berfikir merubah kondisi lahan tandus yang tidak produktif dijadikan produktif.  Dengan kegigihannya dan bantuan dari instansi terkait (baik dari perguruan tinggi, dinas pertanian dan praktek kerja lapangan para mahasiswa dan pegawai instansi yang ada serta bantuan pemerhati gerakan sosial) serta yang tidak kalah penting adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat setempat untuk maju, desa makmur,

 

Ciri hak dan kewajiban :

a.                   Menonjolkan tuntutan sosial yang sangat kuat

b.                  Memperhitungkan tuntutan yang dibuat untuk kepentingan pribadi

c.                   Merupakan pedoman moral untuk warga Negara yang bertanggung jawab dan berdampak langsung terhadap kewajiban manajemen perusahaan

.

4.      Menyelesaikan masalah tersebut dari segi etika bisnis

Etika Bisnis me rupakan penerapan etika dalam menjalankan kegiatan suatu bisnis. Pada dasarnya tujuan bisnis adalah memperoleh keuntungan, tetapi harus berdasarkan norma-norma hukum yang berlaku. Norma hukum bisnis mengatur mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Sebaiknya ikutilah dan taatilah peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh instansi yang  berwenang termasuk peraturan dari perusahaan.

Dari kasus tersebut baiknya dicari jalan keluar yang menguntungkan  kedua belah pihak atau win – win solution. Solusi yang baik untuk kedua belah pihak adalah penambangan pasir besi tetap diteruskan karena pihak aparat sudah mengeluarkan izin untuk membuka penambangan pasir besi karena nilai ekonomisnya jauh lebih tinggi dari pada hanya ditanami sayuran dll.

Namun pihak perusahaan yang memperoleh izin baiknya menggunakan tenaga kerja lokal atau tenaga kerja setempat, mereka  yang semula jadi petani dijadikan tenaga kerja pada perusahaan penambangan. Jadi walaupun sudah tidak jadi petani tetap dapat memperoleh penghasilan atau gaji yang  mungkin lebih besar daripada menjadi petani.

 

 

B. Soal

1. Tanggung jawab perusahaan ditinjau dari kepentinagan konsumen.

a.         kepentingan konsumen

Syarat mutlak mencapai keberhasilan dalam bisnis bahwa konsumen harus diperlakukan secara moral dengan baik. Perhatian untuk etika dalam hubungannya dengan konsumen harus dianggap hakiki demi kepentingan bisnis itu sendiri.

 

Perhatian terhadap konsumen meliputi :

1.         hak keamanan, konsumen berhak atas produk yang aman, produk yang tidak merugian kesehatan. Mengandung resiko, misalnya peralatan elektronik harus aman (serika gergaji)

2.         Hak informasi, konsumen berhak atas produk yang dikonsumsi, misalnya manfaat, bahan bakunya, cara pakai dan resiko pemakainya.

3.         Hak memilih, misalnya memilih produk yang ditawarkan, kualitas dan harga barang serta membandingkan deengan produk sejenis sebelum membeli

4.         Hak didengar, misalnya hak untuk didengar, diperhatikan keluhannya terhadap suatu produk

5.         Hak lingkungan hidup, produk diproses dengan cara yang benar dan aman serta tidak berakibat mencemarkan lingkungan. Hak pendidikan konsumen, dalam hal ini konsumen dibentuk mempunyai sifat kritis, berhak mengkritik.

 

 

 

b.         Kepentingan iklan perusahaan.

Meskipun maksud iklan adalah promosi, namun dalam membujuk konsumen harus dikatakan dengan benar. Jika terdapat ketidakbenaran maka iklan dimaksud tidak etis..Ketidak benaran informasi iklan merupakan kebohongan, penyesatan dan penipuan, periklanan tida dipercaya. Iklan adalah upaya komunikasi antara produsen dengan konsumen seharusnya dilakukan secara etis, jika tidak maka iklan dinilai menyesatkan.

 

c.          Keamanan, kualitas dan harga produk

Kewajiban perusahaan terhadap konsumen antara lain :

1.   Kualitas produk, berarti bahwa konsumen berhak memperoleh kualitas produk karena konsumen telah membayar harga produk

2.   Harga, bahwa kosumen berhak memperoleh harga yang pantas yang dihitung berdasarkan perkembangan terakhir harga faktoe produksi di pasar ( biaya produksi, investasi, promosi dan pajak )

3.   Pengemasan dan label, info lengkap tentang produk harus diberika agarkonsumen tidak terkecoh.

 

2. istilah periklanan dalam etika bisnis

a.            Kebenaran Periklanan serta isi iklan

Meskipun maksud iklan adalah promosi, namun dalam membujuk konsumen harus dikatakan dengan benar. Jika terdapat ketidakbenaran maka iklan dimaksud tidak etis

Ketidak benaran informasi iklan merupakan kebohongan, penyesatan dan penipuan, periklanan tida dipercaya.

Iklan adalah upaya komunikasi antara produsen dengan konsumen seharusnya dilakukan secara etis, jika tidak maka iklan dinilai menyesatka

 

b.   Periklanan yang dimanipulasi

Tindakan manipulasi bertendensi moral rendah. Dengan iklan pebisnis beraksud mempengaruhi alam pikiran dan perasaan para konsumen untuk memahami, menyukai produk yang ditawarkan pebisnis kepada konsumen. Iklan seharusnya mengatakan, menerangkan dengan sebenarnya apa, bagaimana dan mengapa konsumen membeli produk Iklan seharusnya menjelaskan masa daluwarsa, inridients, cara pemakaian, peringatan bahaya, kontra indikasi dll yang sifatnya mendidik konsumen.

Konsumen bukan objek manipulasi, sementara pengusha meraup keuntungan, tetapi merupakan subjek hak-haknya untuk dihargai.

 

c.       Penilaian Etis terhadap iklan

Tujuan pengiklanan harus diketahui para pembuat iklan, para pembuat iklan harus mengetahui secaa sadar bahwa produk yang diiklankan mungkin merugikan atau dengan sengaja iklan bersisi pelecehan produk pesaing atau penyesatan kualitas barang yang diiklabkan maka iklan dimaksud tidak etis dan harus dicegah

Isi iklan harus objektif informasinya lengkap dan tidak merugikan konsumen

Pengusaha iklan yang etis hendaknya memberikan isi iklan dengan tujuan kepada semua lapisan pendidikan,  sehingga tidak ada seorangpun konsumen yang terpedaya merasa dibohongi

Meskipun perilaku periklanan sudah menjadi kebiasaaan yang sulit untuk diubah namun demi kepentingan perubahan etika menjadi yang lebih baik di masa yang akan dating. Maka perilaku periklanan yang membodohi dan membohongi konsumen perlu untuk diperbaiki sehingga bisnis menjadi semakin etis dimasa yang akan datang

 

3. Industri Modern terus berkembang dan kegiatan tersebut menyebabkan timbulnya persoalan lingkungan:

a.          Penyebab kerusakan lingkungan yang paling menderita adalah masyarakat daerah  terdekat akibat limbah

Dengan adanya pembangunan industri di lingkungan pemukiman atau daerah padat maka yang menerima dampak kerusakan lingkungan adalah masyarakat terdekat dengan indusri tersebut.

Contohnya adalah: Adanya pabrik tekstil di pemukiman , secara ekonomi memang mengangkat perekonomian warga sekitar namun pabrik tekstil menghasilkan limbah sisa zat pewarna pakaian kemudian limbah tersebut dibuang ke sungai maka warga terdekat pula yang mengalami akibat dari kerusakan sungai.

 

b.       Dari segi manfaat hutan bagi kehidupan manusia dampak penebangan hutan guna keperluan industry modern adalah dua sisi yang saling bertentangan,  dari sisi manfaat hutan bagi manusia adalah sangat bemanfaat, dampak dari penebangan hutan sangat buruk bagi kehidupan manusia karena hutan adalah sebagai sumber kehidupan manusia dan paru-paru dunia. Apalagi dengan makin lebarnya lubang lapisan ozon yaitu lapisan yang melindungi bumi dari sinar ultra violet yang dipancarkan matahari, berakibat  global warming (pemanasan global), menimbulkan bencana kekeringan, banjir, badai akibat iklim yang tidak menentu, mengacau pola tanam, dan yang oleh rumah kaca, gas C02, O3 (ozon) metana (CH4) dari pembakaran sampah, Nitrogen Oksida (NO), Chloro Fluoro Caron (CFP) Bahan pendingin AC/Kulkas  maka sangatlah diperlukan adanya hutan sebagai paru-paru dunia, sebagai penyedia zat oksigen (O2) dan juga sebagai pencegah makin luasnya lubang lapisan ozon maka hutan sangat diperlukan bagi kehidupan manusia dan ini sangat bertentangan dengan keperluan industry modern, dimana industry modern melakukan penebagan hutan untuk keperluan industrinya

 

4.   Etika bisnis memandang kondisi lingkungan/ alam banyak telah rusak, adalah memandang dari sisi tanggung jawab perusahan,    bahwa kegiatan bisnis mencemari lingkungan, sehingga muncul pertanyaan siapa yang bertanggungjawab melindungi dan memulihkan kerusakan lingkungan .

Barang siapa ingin menikmati lingkungan bersih harus menanggung cost yang muncul sehingga secara etis ekonomi para pebisnis yang telah menikmati benefit dari perusakan lingkungan bertanggung jawab untuk mengembaliikan lingkungan nseperti semula.

Untuk itu pemerintah perlu campur tangan dengan menertibkan :

Ø      Peraturan mengenai polusi proses industry (mis penanganan limbah)

Ø      Insentif diberikan kepada industry yang bersedia melaksanakan aturan pelestarian lingkungan dalam bentuk penghargaan dan kemudahan.

Ø      Mekanisme harga dikaitkan dengan tingkat polusi, mengandung arti harga jual barang didaerah polusi lebih mahal dari pada di daerah yang bebas polusi dengan maksud agar investor tidak berlomba membuka pabrik di daerah yang padat industry, atau selisih harga dimaksud digunakan untuk cost memperbaiki lingkungan

 

Aplikatif dari pernyataan tersebut adalah:

a.       Penerbitan HPH (Hak Pengelolaan Hutan ) sekarang ini sangat sulit dan rumit,

Salah satu saratnya adalah melakukan reboisasi, atau menyediakan dana 3 % untuk reboisasi.

b.      Pemerintah mengeluarkan motarium penghentian sementara penebangan hutan.

c.       Dalam perusahaan hutan tanaman industry setiap perusahaan boleh melakukan kegiatan tersebut namum tidak boleh melakukan penebangan hutan yang ada tetapi  melakukan penemanan hutan sendiri untuk keperluan industrinya.

d.      Setiap perusahaan yang membuang limbah harus melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

e.       Setiap usaha dalam bidang pertambangan harus diperhatikan pula pengembalian kondisi  alam yang telah diakibatkan adanya kerusakan yang timbul karena eksplorasi pertambangan  tersebut.

soal tik

25/10/2010

SOAL MID SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2010

makalah pernikahan dini

15/10/2010

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

 

Isu pernikahan dini saat ini marak dibicarakan. Hal ini dipicu oleh pernikahan Pujiono Cahyo Widianto, seorang hartawan sekaligus pengasuh pesantren dengan Lutviana Ulfah. Pernikahan antara pria berusia 43 tahun dengan gadis belia berusia 12 tahun ini mengundang reaksi keras dari Komnas Perlindungan Anak. Bahkan dari para pengamat berlomba memberikan opini yang bernada menyudutkan. Umumnya komentar yang terlontar memandang hal tersebut bernilai negatif.

Di sisi lain, Syeh Puji, begitu ia akrab disapa berdalih untuk mengader calon penerus perusahaannya. Dia memilih gadis yang masih belia karena dianggap masih murni dan belum terkontaminasi arus modernitas. Lagi pula dalam pandangan Syeh Puji, menikahi gadis belia bukan termasuk larangan agama.

Sebenarnya kalau kita mau menelisik lebih jauh, fenomena pernikahan dini bukanlah hal yang baru di Indonesia, khususnya daerah Jawa. Penulis sangat yakin bahwa mbah buyut kita dulu banyak yang menikahi gadis di bawah umur. Bahkan—jaman dulu—pernikahan di usia ”matang” akan menimbulkan preseden buruk di mata masyarakat. Perempuan yang tidak segera menikah justru akan mendapat tanggapan miring atau lazim disebut perawan kaseb.

Namun seiring perkembangan zaman, image masyarakat justru sebaliknya. Arus globalisasi yang melaju dengan kencang mengubah cara pandang masyarakat. Perempuan yang menikah di usia belia dianggap sebagai hal yang tabu. Bahkan lebih jauh lagi, hal itu dianggap menghancurkan masa depan wanita, memberangus kreativitasnya serta mencegah wanita untuk mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.

 

 

 

 

BAB II

PENJELASAN

 

1. Arti Pernikahan Dini

 

Istilah pernikahan dini adalah kontenporer. Dini dikaitkan dengan waktu, yakni di awal waktu tertentu.  Lawannya adalah pernikahan kadaluarsa.

 

Pernikahan Dini adalah Agar tidak melebar dari tujuan utama penulisan ini, mengingat banyaknya definisi ‘usia dini’ dalam ungkapan ‘pernikahan dini’ maka penulis membatasi definisi ‘pernikahan dini’ sebagai sebuah pernikahan yang dilakukan oleh mereka yang berusia di bawah usia yang dibolehkan untuk menikah dalam Undang-Undang Perkawinan nomor 1 tahun 1974, yaitu minimal 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki.

a. Pernikahan Dini menurut Negara

Undang-undang negara kita telah mengatur batas usia perkawinan. Dalam Undang-undang Perkawinan bab II pasal 7 ayat 1 disebutkan bahwa  perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak perempuan sudah mencapai umur 16 (enam belas tahun) tahun.

Kebijakan pemerintah dalam menetapkan batas minimal usia pernikahan ini tentunya melalui proses dan berbagai pertimbangan. Hal ini dimaksudkan agar kedua belah pihak benar-benar siap dan matang dari sisi fisik, psikis dan mental.

Dari sudut pandang kedokteran, pernikahan dini mempunyai dampak negatif baik bagi ibu maupun anak yang dilahirkan. Menurut para sosiolog, ditinjau dari sisi sosial, pernikahan dini dapat  mengurangi harmonisasi keluarga. Hal ini disebabkan oleh emosi yang masih labil, gejolak darah muda dan cara pikir yang belum matang. Melihat pernikahan dini dari berbagai aspeknya memang mempunyai banyak dampak negatif. Oleh karenanya, pemerintah hanya mentolerir pernikahan diatas umur 19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita.

b.   Pernikahan Dini menurut Agama Islam

Hukum Islam secara umum meliputi lima prinsip yaitu perlindungan terhadap agama, jiwa, keturunan, harta, dan akal. Dari kelima nilai universal Islam ini, satu diantaranya adalah agama menjaga jalur keturunan (hifdzu al nasl). Oleh sebab itu, Syekh Ibrahim dalam bukunya al Bajuri menuturkan bahwa  agar jalur nasab tetap terjaga, hubungan seks yang mendapatkan legalitas agama harus melalui pernikahan. Seandainya agama tidak mensyari’atkan pernikahan, niscaya geneologi (jalur keturunan) akan semakin kabur.

Agama dan negara terjadi perselisihan dalam memaknai pernikahan dini. Pernikahan yang dilakukan melewati batas minimnal Undang-undang Perkawinan, secara hukum kenegaraan tidak sah. Istilah pernikahan dini menurut negara dibatasi dengan umur. Sementara dalam kaca mata agama, pernikahan dini ialah pernikahan yang dilakukan oleh orang yang belum baligh.

Terlepas dari semua itu, masalah pernikahan dini adalah isu-isu kuno yang sempat  tertutup oleh tumpukan lembaran sejarah. Dan kini, isu tersebut kembali muncul ke permukaan. Hal ini tampak dari betapa dahsyatnya benturan ide yang terjadi antara para sarjana Islam klasik dalam merespons kasus tersebut.

Pendapat yang digawangi Ibnu Syubromah menyatakan bahwa agama melarang pernikahan dini (pernikahan sebelum usia baligh). Menurutnya, nilai esensial pernikahan  adalah memenuhi kebutuhan biologis, dan melanggengkan keturunan. Sementara dua hal ini tidak terdapat pada anak yang belum baligh. Ia lebih menekankan pada tujuan pokok pernikahan.

Ibnu Syubromah mencoba melepaskan diri dari kungkungan teks. Memahami masalah ini dari aspek historis, sosiologis, dan kultural yang ada. Sehingga dalam menyikapi pernikahan Nabi Saw dengan Aisyah (yang saat itu berusia usia 6 tahun), Ibnu Syubromah menganggap sebagai ketentuan khusus bagi Nabi Saw yang tidak bisa ditiru umatnya.

Sebaliknya, mayoritas pakar hukum Islam melegalkan pernikahan dini. Pemahaman ini merupakan hasil interpretasi dari QS. al Thalaq: 4. Disamping itu, sejarah telah mencatat bahwa Aisyah dinikahi Baginda Nabi dalam usia sangat muda. Begitu pula pernikahan dini merupakan hal yang lumrah di kalangan sahabat.

Bahkan sebagian ulama menyatakan pembolehan nikah dibawah umur sudah menjadi konsensus pakar hukum Islam. Wacana yang diluncurkan Ibnu Syubromah dinilai lemah dari sisi kualitas dan kuantitas, sehingga gagasan ini tidak dianggap. Konstruksi hukum yang di bangun Ibnu Syubromah sangat rapuh dan mudah terpatahkan.

Imam Jalaludin Suyuthi pernah menulis  dua hadis yang cukup menarik dalam kamus hadisnya. Hadis pertama adalah ”Ada tiga perkara yang tidak boleh diakhirkan yaitu shalat ketika datang waktunya, ketika ada jenazah, dan wanita tak bersuami ketika (diajak menikah) orang yang setara/kafaah”.

Hadis Nabi kedua berbunyi, ”Dalam kitab taurat tertulis bahwa orang yang mempunyai anak perempuan berusia 12 tahun dan tidak segera dinikahkan, maka anak itu berdosa dan dosa tersebut dibebankan atas orang tuanya”.

Pada hakekatnya, penikahan dini juga mempunyai sisi positif. Kita tahu, saat ini pacaran yang dilakukan oleh pasangan muda-mudi acapkali tidak mengindahkan norma-norma agama. Kebebasan yang sudah melampui batas, dimana akibat kebebasan itu kerap kita jumpai tindakan-tindakan asusila di masyarakat.  Fakta ini menunjukkan betapa moral bangsa ini sudah sampai pada taraf yang memprihatinkan. Hemat penulis, pernikahan dini merupakan upaya untuk meminimalisir tindakan-tindakan negatif tersebut. Daripada terjerumus dalam pergaulan yang kian mengkhawatirkan, jika sudah ada yang siap untuk bertanggungjawab dan hal itu legal dalam pandangan syara’ kenapa tidak ?

2. Faktor yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini

 

Praktek pernikahan dini dipengaruhi oleh budaya lokal. Sekalipun ada ketetapan undang-undang yang melarang pernikahan dini, ternyata ada juga fasilitas dispensasi.

 

Misalnya Sutik perempuan asal Tegaldowo, Rembang Jawa Tengah, pertama kali dijodohkan orangtuanya pada usia 11 tahun. Kuatnya tradisi turun temurun membuatnya tak mampu menolak. Terlebih lagi, Sutik belum mengerti arti sebuah pernikahan. Sutik adalah satu dari sekian banyak perempuan di wilayah Tegaldowo, Rembang, yang dinikahkan karena tradisi yang mengikatnya. Kuatnya tradisi memaksa anak-anak perempuan melakukan pernikahan dini.

 

Maraknya tradisi pernikahan dini ini terkait dengan masih adanya kepercayaan kuat tentang mitos anak perempuan. Seperti diungkapkan Suwandi, pegawai pencatat nikah di Tegaldowo, Rembang Jawa Tengah, ”Adat orang sini kalau punya anak perempuan sudah ada yang ngelamar harus diterima, kalau tidak diterima bisa sampai lama tidak laku-laku”.

 

Fenomena pernikahan diusia anak-anak menjadi kultur sebagian masyarakat Indonesia yang masih memposisikan anak perempuan sebagai warga kelas ke-2. Para orang tua ingin mempercepat perkawinan dengan berbagai alasan ekonomi, sosial anggapan tidak penting pendidikan bagi anak perempuan dan stigma negatif terhadap status perawan tua.

 

3. Dampak pernikahan dini (perkawinan di bawah umur)

Baru saja kita mendengar berita diberbagai media tentang kyai kaya yang menikahi anak perempuan yang masih belia berumur 12 tahun. Berita ini menarik perhatian khalayak karena merupakan peristiwa yang tidak lazim. Apapun alasannya, perkawinan tersebut dari tinjauan berbagai aspek sangat merugikan kepentingan anak dan sangat membahayakan kesehatan anak akibat dampak perkawinan dini atau perkawinan di bawah umur. Berbagai dampak pernikahan dini atau perkawinan dibawah umur dapat dikemukakan sbb.:

A. Dampak terhadap hukum

Adanya pelanggaran terhadap 3 Undang-undang di negara kita yaitu:
1. UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan
Pasal 7 (1) Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 tahun.

Pasal 6 (2) Untuk melangsungkan perkawinan seorang yang belum mencapai umur 21 tahun harus mendapat izin kedua orang tua.

2. UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Pasal 26 (1) Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk:
a. mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi anak
b. menumbuh kembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat dan minatnya dan;
c. mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak.

3. UU No.21 tahun 2007 tentang PTPPO
Patut ditengarai adanya penjualan/pemindah tanganan antara kyai dan orang tua anak yang mengharapkan imbalan tertentu dari perkawinan tersebut.

Amanat Undang-undang tersebut di atas bertujuan melindungi anak, agar anak tetap memperoleh haknya untuk hidup, tumbuh dan berkembang serta terlindungi dari perbuatan kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.

Sungguh disayangkan apabila ada orang atau orang tua melanggar undang-undang tersebut. Pemahaman tentang undang-undang tersebut harus dilakukan untuk melindungi anak dari perbuatan salah oleh orang dewasa dan orang tua. Sesuai dengan 12 area kritis dari Beijing Platform of Action, tentang perlindungan terhadap anak perempuan.

B. Dampak biologis

Anak secara biologis alat-alat reproduksinya masih dalam proses menuju kematangan sehingga belum siap untuk melakukan hubungan seks dengan lawan jenisnya, apalagi jika sampai hamil kemudian melahirkan. Jika dipaksakan justru akan terjadi trauma, perobekan yang luas dan infeksi yang akan membahayakan organ reproduksinya sampai membahayakan jiwa anak. Patut dipertanyakan apakah hubungan seks yang demikian atas dasar kesetaraan dalam hak reproduksi antara isteri dan suami atau adanya kekerasan seksual dan pemaksaan (penggagahan) terhadap seorang anak.

Dokter spesialis obseteri dan ginekologi dr Deradjat Mucharram Sastraikarta Sp OG yang berpraktek di klinik spesialis Tribrata Polri mengatakan pernikahan pada anak perempuan berusia 9-12 tahun sangat tak lazim dan tidak pada tempatnya. ”Apa alasan ia menikah? Sebaiknya jangan dulu berhubungan seks hingga anak itu matang fisik maupun psikologis”. Kematangan fisik seorang anak tidak sama dengan kematangan psikologisnya sehingga meskipun anak tersebut memiliki badan bongsor dan sudah menstruasi, secara mental ia belum siap untuk berhubungan seks.

Ia memanbahkan, kehamilan bisa saja terjadi pada anak usia 12 tahun. Namun psikologisnya belum siap untuk mengandung dan melahirkan. Jika dilihat dari tinggi badan, wanita yang memiliki tinggi dibawah 150 cm kemungkinan akan berpengaruh pada bayi yang dikandungnya. Posisi bayi tidak akan lurus di dalam perut ibunya. Sel telur yang dimiliki anak juga diperkirakan belum matang dan belum berkualitas sehingga bisa terjadi kelainan kromosom pada bayi.

C. Dampak psikologis

Secara psikis anak juga belum siap dan mengerti tentang hubungan seks, sehingga akan menimbulkan trauma psikis berkepanjangan dalam jiwa anak yang sulit disembuhkan. Anak akan murung dan menyesali hidupnya yang berakhir pada perkawinan yang dia sendiri tidak mengerti atas putusan hidupnya. Selain itu, ikatan perkawinan akan menghilangkan hak anak untuk memperoleh pendidikan (Wajar 9 tahun), hak bermain dan menikmati waktu luangnya serta hak-hak lainnya yang melekat dalam diri anak.

Menurut psikolog dibidang psikologi anak Rudangta Ariani Sembiring Psi, mengatakan ”sebenarnya banyak efek negatif dari pernikahan dini. Pada saat itu pengantinnya belum siap untuk menghadapi tanggungjawab yang harus diemban seperti orang dewasa. Padahal kalau menikah itu kedua belah pihak harus sudah cukup dewasa dan siap untuk menghadapi permasalahan-permasalan baik ekonami, pasangan, maupun anak. Sementara itu mereka yang menikah dini umumnya belum cukup mampu menyelesaikan permasalan secara matang”.

Ditambahkan Rudangta, ”Sebenarnya kalau kematangan psikologis tidak ditentukan batasan usia, karena ada juga yang sudah berumur tapi masih seperti anak kecil. Atau ada juga yang masih muda tapi pikirannya sudah dewasa”. Kondisi kematangan psikologis ibu menjadi hal utama karena sangat berpengaruh terhadap pola asuh anak di kemudian hari. ” yang namanya mendidik anak itu perlu pendewasaan diri untuk dapat memahami anak. Karena kalau masik kenak-kanakan, maka mana bisa sang ibu mengayomi anaknya. Yang ada hanya akan merasa terbebani karena satu sisi masih ingin menikmati masa muda dan di sisi lain dia harus mengurusi keluarganya”.

 

D.Dampak sosial

Fenomena sosial ini berkaitan dengan faktor sosial budaya dalam masyarakat patriarki yang bias gender, yang menempatkan perempuan pada posisi yang rendah dan hanya dianggap pelengkap seks laki-laki saja. Kondisi ini sangat bertentangan dengan ajaran agama apapun termasuk agama Islam yang sangat menghormati perempuan (Rahmatan lil Alamin). Kondisi ini hanya akan melestarikan budaya patriarki yang bias gender yang akan melahirkan kekerasan terhadap perempuan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

 

KESIMPULAN

 

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pernikahan dini atau perkawinan dibawah umur lebih bayak mudharat dari pada manfaatnya. Oleh karena itu patut ditentang. Orang tua harus disadarkan untuk tidak mengizinkan menikahkan/mengawinkan anaknya dalam usia dini atau harus memahami peraturan perundang-undangan untuk melindungi anak.

 

Namun dilain pihak permasalahan pernikahan dini tidak bisa diukur dari sisi agama terutama dari sisi agama Islam.  Karena menurut Agama Islam jika dengan menikah muda mampu menyelamatkan diri dari kubangan dosa dan lumpur kemaksiatan maka menikah adalah alternatif yang terbaik. Namun jika dengan menunda pernikahan sampai usia matang mengandung nilai positif maka hal ini adalah lebih utama

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. UU No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan
  2. Yusuf Fatawie, Santri Lirboyo Kediri, Pernikahan Dini Dalam Perspektif Agama dan Negara. http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/islam-kontenporer/124 tanggal 21 September 2010
  3. Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan/Deputi Perlindungan Anak, Dampak Pernikhan Dini (Perkawinan Muda)
  4. Abdul Bukhari Irwan Ibnu Abas, SS, M,Hum, Pernikahan Dini, http://www,wahdah.or.id/wahdah-Wahdah Islamiyah tanggal 18 Desember 2003
  5. Noni Arni, Kuatnya Tradisi, Salah Satu Penyebab Pernikahan Dini, Sosial Budaya tanggal 16 November 2009
  6. Warta kota, Kiai Nikahi ABG, Secara Medis Membahayakan, tanggal 24 Oktober 2008
  7. Chaerunnisa, Ketahui Resiko Pernikanan Dini, Yuk !, http://www.Okezone.com tanggal 29 Oktober 2008

 

nilai un yang mengharukan

11/05/2010

nilai un smp dan mts tahun ini sangat mengagetkan baik bagi guru dan muridnya

ini kejadian pasti ada yang bertanggungjawab bukan ada yang salah nantinya saling menyalahkan. yang pasti pemerintah yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini kalau masih mau dianggap oleh rakyatnya ….

tambahan berita tentang macan banci

21/11/2009

macan yang baik hati adalah macan yang keliahatanya galak sebnarnya hatinya baik seperti istilah badannya boleh rambo hatinya tetap romeo he.. he.. he…

halo dunia yang makin tua

21/11/2009

mendengar  gosip dan ramalan saya jadi seram dan takut soalnya katanya kiamat udah sudah dekat. ngak lama lagi kok yaitu tahun 2012 sebenarnya dalam hati saya tidak percaya sama sekali dengan ramalan tersebut.

tapi kok banyak orang yang percaya sama ramalan itu sampai – sampai rumah produksi hollywood bikin film yang cukup menakutkan tentang kiamat tahun 2012

macan yang baik hati

21/11/2009

macan sebetulnya binatang yang menakutkan tapi kami sekelompok guru yang keren dan baik hati membentuk kelumpok macan walaupun tempaknya seram namun mempunyai hati yang baik dan berniat mulia membuat orang menjadi pintar

Hello world!

21/11/2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!